Contoh Pidato Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Birul Walidaini)

Contoh Pidato Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Birul Walidaini) - Assalamu'alaikum wr. wb. Selamat datang di blog AsukhaKom. Pada Kesempatan yang baik ini, saya kembali lagi membagikan sebuah artikel tentang teks pidato yang saya berikan judul yaitu Contoh Pidato Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Birul Walidaini).

Contoh Pidato Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Birul Walidaini)

Harapan saya semoga teks pidato tentang berbakti dalam ke dua orang tua ini mampu bermanfaat bagi adik-adik yg lagi belajar berpidato khusunya,

Assalamu’alaikum wr. wb...

Alhamdulillahirabbil a’lamin wabihi nastain wa’ala umuriddun ya waddin wasshalatu wassalamu a’la ayrafil ambiyai walmursalin wa’ala alihi wasahbihi ajmain.

Qala Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam :

الْجَنَّةُ تَحْتَ أقْدامِ الأُمَّهَاتِ

Tiada hidup yang paling indah kecuali hidup mencari keridhaan Allah. Tiada janji yang paling indah kecuali janji untuk sama-sama menikah. Tiada fata morgana yang paling indah kecuali menghayal isi dunia akan berubah.

Namun yang terlebih indah yaitu memuja dan memuji kehazirat Ilahi Rabbi. Selawat bernadakan salam mari sama-sama kita sanjung sajikan kepada baginda Rasulullah SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan sampai ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan, seperti yang kita rasakan ini.

Kata-kata takzim Ikraman saya terutama sekali kepada staf dewan juri, beserta dewan guru dan teman-teman seperjuangan, terakhir sekali kepada protokol yang sudi kiranya memanggil no undian saya, wujud dan maksud untuk membahas pidato singkat dengan judul :

“ BIRUL WALIDAINI ”

Mari sejenak kita renungkan, dengan berfikir, dari mana kita berasal, dan kemana kita menuju, apa tujuan kita hidup! Hakikatnya kita hanyalah setetes mani yang sangat hina. Dan dalam proses sembilan bulan dalam kandungan ibunda kita maka jadilah adik mungil yang sempurna.

Betapa susahnya ibunda mengandung kita selama sembilan bulan, kemudian membesarkan dan mendidik kita, begitu kita dewasa, punya pangkat, orang tua tak kita hargai, pantaskah kita disebut anak yang berbakti kepada kedua orang tua? Jika ada yang bertanya, siapa orang pertama kita hormati, jawabannya adalah kedua orag tua. Mengapa?

  1. Adanya kita karena kedua orang tua, mustahil kita ada didunia jika tidak ada mereka.
  2. Kedua orang tua yang telah merawat kita mulai dalam kandungan, setelah kita lahir, kemudian menjadi anak- anak, bahkan sampai kita dewasa.

Baca Juga: Contoh Pidato Tentang Adab Kepada Kedua Orang Tua

Dengan berbakti kepada kedua orang tua, syurga menanti kita, namun bila durhaka jangankan syurga, bau syurga pun tak akan tercium oleh kita. Sabda Rasulullah SAW, yang artinya : “Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan dua ibu bapak, barang siapa yang durhaka kepada orang tua, maka ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul”.

Hazirin dan hazirat kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah.

Sembahlah Allah, jangan persekutukannya, dan berbuat baik kepada kedua orang tua, karena dengan berbuat baik ibadah pun akan lancer.

Berbaktilah kepada kedua orang tua karena syurga menanti bagi yang berbakti sesuai dengan hadis Baginda Rasulullah SAW :

الْجَنَّةُ تَحْتَ أقْدامِ الأُمَّهَاتِ

Yang artinya : “Syurga berada dibawah telapak kaki ibu”

Maksudnya, ketika kita berbakti maka syurga menanti, tetapi bila durhaka maka nereka jahannam menanti kita. Berbakti saja memang tidak cukup bila ibadah yang wajib tidak kita kerjakan. Hiduplah layaknya orang baik jangan berbuat yang bisa menyakiti persaan orang tua kita.

Jika kita menengok kebelakang dan merenungkan saat kita masih dalam kandungan, dan ketika kita masih bayi, niscaya tidak patut berkata kasar, melawan bahkan durhaka kepada orang tua.

Sesuai dengan firman Allah :

فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya : “Jangan engkau berkata ah kepada kedua orang dua dan yang bentak keduanya. Tetapi berkatalah dengan yang lemah lembut”.

Jika berkata ah saja tidak boleh apalagi membentak, mencaci, memaki-maki, dan lain-lain.

Hazirin dan hazirat yang dirahmati Allah….

Waktu kita lahir, ibu yang tersiksa ayah bingung tak karuan tiada arah tujuannya, kerabat dan family sama menghadirinya, oh ibu…

Alangkah sakitnya tak dapat kami membalasnya, kemudian setelah kita lahir beban orang tua bukan berkurang tapi malah bertambah ibu tak bisa tidur terlelab baik siang ataupun malam.

Seandainya saja kita ingin membalas jasa kedua orang tua kita, sungguh kita tak dapat membalasnya, tak kan sebanding dengan apa yang dia korbankan untuk kita.

Seandainya orang tua kita hamba sahaya, kita beli kita merdekakan, maka itupun tak sebanding dengan jasa orang tua terhadap kita.

Ada 3 jenis siksa di dalam neraka jahannam

  1. Durhaka kedua ibu bapak
  2. Zina
  3. Syirik kepada Allah SWT

Baca Juga: Contoh Pidato Tentang Keutamaan Orang Yang Sabar

Berbuat baik kepada kedua orang tua dapat menambah umur kita 3 tahun menjadi 30 tahun dan jika dia berbuat durhaka  kepada kedua orang tua umur yang 3 tahun menjadi 3 hari. \

Begitulah kira-kira, jadi berbuat baiklah kepada kedua orang tua kita selagi kita masih hidup. Bila orang tua kita telah tiada, apakah berbakti kita sudah berakhir?

Tentu saja tidak!

Walaupun orang tua kita telah tiada maka berbakti tetap berlanjut, dengan berziarah kubur beliau serta berdoa agar diampuni segala dosanya dan diterima disisi Allah SWT.

Jadi, hormatilah mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jagalah ucapanmu jangan menyakiti hati mereka.Taatilah selalu, jadilah anak yang berbakti.

Janganlah pernah kita melupakan jasa-jasa kedua orang tua kita, ringankanlah bebannya, jagalah nama baiknya, dan rawatlah keduanya selagi mereka masih hidup. Doakanlah mereka selagi masih ada, dan telah mereka tiada.

Dari uraian pidato singkat saya dapat kita ambil beberapa kesimpulan :

  1. Berbakti kepada orang tua wajib dilakaukan oleh seorang anak.
  2. Syurga berada dibawah telapak kaki ibu
  3. Jangan berbuat durhaka kepada kedua orang tua, karena keridhaan Allah tergantung pada kedua orang tua.

Baca Juga: Tanya Jawab Tentang Rukun Iman dan Rukun Islam

Hanya ini yang dapat saya sampaikan lebih dan kurang saya mohon maaf. Saya akhiri dengan hadanallahu waiyyakum ajamain wasalamu’alaikum wr. wb.

Sekian, Semoga bermanfaat. Terimakasih...☺☺☺

Wassalam...

Contoh Pidato Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Birul Walidaini) Contoh Pidato Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Birul Walidaini) Reviewed by Abang Nji on May 08, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.