Mata Uang Untuk Menyogok Malaikat Izrail (Pencabut Nyawa) - Motivasi

Mata Uang Untuk Menyogok Malaikat Izrail (Pencabut Nyawa) -Assalamu'alaikum wr. wb. Selamat datang di blogAsukhaKom. Kembali lagi pada kesempatan yang baik ini saya membagikan sebuah artikel motivasi yang berjudul Mata Uang Untuk Menyogok Malaikat Izrail (Pencabut Nyawa). Jangan ada yang salah paham dulu, silahkan baca dulu isi dari artikel ini ya sobat?

Mata Uang Untuk Menyogok Malaikat Izrail (Pencabut Nyawa) - Motivasi

"Barang siapa yang ingin dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi" HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah.

Di Amerika, terdapat sebuah kota yang begitu ajaib bagi seorang dokter, Stewart Wolf, lulusan University Of Oklahama yang melakukan penelitian di Kota Roseto. Berawal sejak salah seorang dokter di Roseto mengundang Wolf untuk memberikan seminar di kota itu dan setelah memberikan seminar, dokter ini memberi pengalamannya yang selama 15 tahun berkarir di Roseto, ia belum pernah menemukan penduduk berusia di bawah 65 tahun itu mengidap penyakit jantung.

Betapa mencengangkan, pada tahun 1950-an di Amerika, penyakit jantung menjadi hal yang lumrah dan menepati posisi utama penyebab kematian bagi penduduk di negeri Paman Sam ini, namun hanya satu kota yang tidak pernah ditemui oleh semua dokter di antara semua kota yang penduduknya meninggal berusia di bawah 65 tahun akibat menderita penyakit jantung, padahal saat itu belum ditemukan obat untuk menurunkan kolestrol dan penyakit jantung.

Baca juga: Berani Gagal dan Berani Sukses!

Inilah yang membuat Wolf heran dan penasaran. Akhirnya, segera dilakukan penelitian dan membentuk sebuah tim untuk mereka catat kematian penduduk Roseto, mengenalisis catatan dokter, mempelajari sejarah kesehatan dan geneologinya.

Diawali pada tahun 1961 dan bagaimana dari hasil penelitian tahap awal itu? Sama sekali tidak ditemukan ada penduduk yang mati karena serangan jantung dengan usia dibawah 55 tahun, bahkan sekadar menunjukkan gejala penyakit jantung saja tidak ada! Hanya sedikit yang meninggal karena serangan jantung pada usia di atas 65 tahun. Bahkan, yang meninggal karena berbagai penyebab sekitar 30 sampai 35 persen di bawah dugaan, inilah sebuah keajaiban di masa itu!

Seorang sosiolog yang juga dilibatkan oleh Wolf dalam penelitiannya -John Bruhn, memberikan komentar kekagumannya atas hal ini, "Tidak ada kasus bunuh diri, tidak ada penyalahgunaan alkohol, tidak ada kecanduan obat terlarang, dan sangat sedikit kejahatan, orang-orang ini meninggal karena usianya yang sudah udzur, Itu saja."

Baca juga : Sukses Memiliki Faktor Kali

Tidak puas dengan itu, Wolf berserta timnya memperdalam penelitiannya, memeriksa pola makan dan olah raga penduduk Roseto. Ternyata tidak berbeda dengan orang Amerika pada umumnya -memakan pizza dengan roti tebal ditambah pepperoni, salami, ham, dan kadang-kadang telur, 41% kalori warga didapati dari lemak daging. Mereka pun jarang belatih yoga juga jarang lari pagi atau jogging yang konsisten. Jadi, buka pola makan dan olah raga rahasia keajaiban kesehatan penduduk Roseto. Terus apa?

Selanjutnya, Wolf meneliti lewat faktor genetik, membandingkan warga Roseto yang tersebar di wilayah-wilayah Amerika Serikat, untuk mengetahui apakah ada keunggulan kesehatan seperti saudara yang di kota Roseto, ternyata tidak sama sekali! Wolf pun belum putus asa, akhirnya ia pun mencurigai faktor lingkunganlah yang menyebabkan hal ini karena Roseto terletak di daerah perbukitan di Pennsylvania Timur. Selain Roseto, di sana terdapat kota-kota lainnya.

Ternyata, kota terdekat ke Roseto dan memiliki geografis yang serupa, Bangor dan Nazareth, tidak memilikim keajaiban seperti yang dialami oleh Roseto. Lantas, jika rahasia keshatan penduduk Roseto ini bukanlah karena pola makan atau olah raga, faktor genetik atau lingkungan, terus apa? Di sinilah kesadaran yang luar biasa itu hadir.

Baca juga: Nasib dan Takdir, Beda tapi Sama!

Dalam masa kunjungannya, Wolf dan Bruhn mendapati bagaimana penduduk Roseto saling berkunjung antara satu dengan yang lainnya. Saat berpapasan di jalan, mereka berhenti untuk saling menyapa dan mengobrol. Tentangga yang memasakkan untuk tetangganya di halaman belakang rumahnya. Rumah yang dihuni oleh tiga generasi keluarga, kakek-nenek, anak, serta cucu.

Begitu pula rasa hormat yang muda kepada yang tua. Mereka berkumpul saat misa dan menjalin hubungan kemasyarakatan yang harmonis. Orang-orang kaya yang lingkungannya dibentuk untuk membantu warga yang kurang mampu -ingat, penelitian Wolf tidak menemukan adanya warha Roseto yang hidup di garis kemiskinan.

This is amazing, para peneliti itu mendapati suatu masyarakat yang hampir tidak bisa ditemui di bagian manapun di kota-kota lainnya di Amerika. Dengan kata lain -merujuk kembali pada hadits Nabi Muhammad SAW yang saya tulis di awal bagian artikel ini, silaturrahmi telah memperpanjangkan usia mereka, menyelamatkan mereka dari penyakit jantung dan panyakit lainnya.

Kenapa silaturrahmi? Setelah penelitian ini, Stewart Wolf menertawakan hal ini karena selama dia menjadi dokter dan melakukan penelitian bahwa kesehatan hanya disebabkan karena pola makan, faktor genetik, dan sebagainya. Ternyata disangkal melalui hasil penelitiannya dengan rumah yang dihuni tiga generasi, ngobrol di pinggir jalan, saling bertemu antar tetangga yang dianggap tidak masuk akal ternyata menjadi bukti kekuatan dari silaturrahmi!

Sabda Nabi sejak 14 abad silam telah memberikan sinyal jauh hari, bahkan di zaman beliau, seorang dokter dari Mesir diutus untuk ditugaskan mengawasi warga Madinah, namun laporan dari dokter tersebut saat menemui Nabi, dengan terheran-heran selama bertahun-tahun bertugas di Madinah, bahwa tidak ada satu pun pasien untuk diberikan pengobatan.

Jika kita melihat masyarakat kita di Indonesia, terkhusus yang tinggal di kota-kota besar, dengan hiruk pikuk kesibukan di kantor, namun pada akhirnya lupa dengan silaturrahmi. Walau bertemu di mall, trotoar jalan, di dalam busway, angkot, hingga di dalam pesawat pun kita biasa hampir lupa menyepa dan memberi senyum kepada orang yang persis berada di samping kita, belum lagi tetangga-tetangga yang mungkin sudah bertahun-tahun Sobat belum mengenal tentangga sendiri.

Kalau dua rumah ke kiri dan ke kanan serta bagian depan dan belakang saja, itu belum cukup. Saran saya kenalilah minimal 40 rumah di samping kiri dan kanan rumah Sobat, serta depan dan belakang rumah. Nah, itu baru bisa buat arisan tetangga. Coba deh, Sobat bandingkan dengan masyarakat di pedesaan, mereka lebih apik atau saling berkunjung satu sama lain, betul? Sekarang Sobat bisa melihat mana yang memiliki kesehatan terjaga dengan baik?

Menyapa dengan budaya salam yang telah diajarkan Islam pun itu sama dengan saling mendoakan keselamatan bagi sesama, Assalamu'alaikum (semoga keselamatan untukmu). Dengan menjawab setara atau lebih baik, Wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh (dan semoga kamu juga selamat dan dirahmati Allah dan diberkahi).

Baca Juga: The Power of Love  dan Terbanglah dengan Sayap Anda!

Budaya silaturrahmi adalah bukan  hanya budaya seusai lebaran saja, namun budaya sehari-hari, karena luarnya rezeki dan umur yang panjang kita bisa dibeli dengan hal ini. Nah, kita bisa membaca lagi satu cerita tentang seorang lelaki di zaman Nabi Musa.

Suatu ketika Malaikat Izrail telah diutus oleh Allah azza wa jalla untuk mencabut nyawa lelaki di hari itu, namun tiba-tiba dihari itu pula datang wahyu dari-Nya kepada Izrail untuk menunda mencabut nyawa lelaki tersebut, kenapa? ternyata lelaki tersebut sedang berkunjung ke rumah tetangga-tetangganya menyambung tali silaturrahmi! (Dalam sebuah riwayat ajalnya ditunda selama 2 tahun).

Inilah mata uang untuk menyogok Malaikat Izrail untuk menunda mencabut nyawa manusia. Sobat berani menyogok sekarang nih? Bismillah!

Sekian semoga berguna dan bermanfaat, sampai jumpa kembali di artikel motivasi selanjutnya. Terimakasih...☺☺☺

Wassalam...

Mata Uang Untuk Menyogok Malaikat Izrail (Pencabut Nyawa) - Motivasi Mata Uang Untuk Menyogok Malaikat Izrail (Pencabut Nyawa) - Motivasi Reviewed by Abang Nji on May 05, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.